Minggu, 17 November 2013

MASALAH SLOW LEARNER DALAM PENDIDIKAN, PENYESUAIAN SOSIAL, EMOSIONAL, EKONOMI


a).Masalah dalam bidang Pendidikan
 Faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah tingkat kepandaian orang tua dan juga keluarga. Orang tua yang terpelajar sangat memperhatikan perkembangan intelektual anak mereka. Mereka mulai mendidik dan melatih anak mereka sebelum masuk TK.  Mereka juga menyediakan mainan pendidikan dan buku yang membantu anak belajar
. Mereka juga mendidik sendiri anak mereka dalam membaca dan aritmatika. Dengan cara ini mereka melatih anak mereka untuk meningkatkan kecepatan/ laju pembelajaran. Orang tua yang terdidik dapat menyediakan pengalaman dan materi pendidikan bagi anak mereka sesuai tingkat  kecerdasan mereka sendiri.
Tetapi jika orang tua tidak  terdidik, mereka tidak dapat mengambil langkah untuk memajukan anak mereka. Mereka jarang memperlihatkan minat pada perkembangan intelek anak mereka. Sebagai akibatnya anak mereka tidak mendapatkan cukup kesempatan untuk melatih pikiran mereka supaya dapat meningkat laju pembelajaran mereka. Anak-anak seperti ini ketika pertama kali masuk sekolah dan melihat anak lain sudah lebih maju akan kehilangan kepercayaan diri mereka. Hal ini berlanjut ke ketumpulan intelek yang menyebabkan slow learning.
b).Masalah dalam bidang Emosi
Semua anak pasti mengalami permasalahan emosional, tetapi slow learner mengalami permasalahan yang serius dan untuk waktu yang lama sehingga sangat mengganggu proses belajar mereka. Permasalahan emosional ini berakibat pada prestasi akademis yang rendah, hubungan interpersonal yang tidak baik, dan harga diri yang rendah. Bagian penting dalam perkembangan personal, sosial dan emosional adalah konsep diri dan harga diri. Aspek dari perkembangan mereka ini sangat dipengaruhi pengalaman mereka di rumah, bersama teman, dan di sekolah. Konsep diri meliputi bagaimana kita memandang kekuatan, kelemahan, kemampuan, sikap dan nilai-nilai kita sendiri. Perkembanganya bermula sejak lahir dan terus dipengaruhi/ dibentuk oleh pengalaman. Kuranganya konsep diri yang positif dapat merusak perkembangan sosial anak. Slow learner biasanya suka menarik diri, tidak dewasa, memiliki gambaran diri yang rendah, atau depresi sehingga mudah terganggu (disturbed). Anak-anak seperti ini biasanya tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit teman atau bermain dengan anak yang sangat lebih muda dari mereka. mereka suka berkhayal. Mereka menderita karena kurang memiliki ketrampilan social. Program pelatihan ketrampilan social sangat efektif dalam memperbaiki perilaku sosial anak yang menarik diri dan tidak memiliki teman. Ketika anak mulai sekolah mereka menilai diri mereka berdasarkan keberhasilan. Hal ini dapat terlihat ketika bahkan kegagalan kecil dapat menyebabkkan anak merasa tidak berharga. Perkembangan social dan emosional anak selama kelas-kelas awal dibentuk oleh tiga pengaruh. Yang pertama adalah orang tua dan keluarga. Kedua adalah kelompok teman sebaya. Yang ketiga adalah pengalaman di sekolah. Ketegangan di rumah dan hubungan dengan saudara dan orang tua dapat menyebabkan frustasi pada anak. Rasa takut dan cemas yang disebabkan sikap guru juga akan mengganggu emosi anak. Ketegangan dan frustasi anak dapat menjadi penyebab slow learning.
c).Masalah dalam bidang Ekonomi
Kemiskinan merupakan factor utama dari slow learning di negara berkembang. Kemiskinan mempengaruhi anak dalam dua hal (i) mengganggu/ menghambat kesehatan anak dan (ii) mengurangi kapasitas belajar mereka. Kemiskinan menyababkan banyak kekurangan mental dan moral yang pada akhirnya mempengaruhi performa siswa. Seperti ungkapan “di badan yang sehat terdapat pikiran yang sehat”. Otak dan pikiran dapat bekerja secara optimal dalam badan yang sehat yang seringkali terpengaruhi oleh kemiskinan. Kekayaan juga mempengaruhi perolehan informasi melalui pengayaan (enriched) pengalaman. Anak dari keluarga kaya memiliki kesempatan untuk menjelajah dan memperoleh materi untuk memenuhi kebutuhannya. Kemiskinan belum tentu menyebabkan slow learning tetapi menciptakan kondisi yang mengarah pada slow learning.

2 komentar:

  1. lalu peran orang tua sebaiknya gimana yaa ? terimakasiih :)

    BalasHapus
  2. Silahkan ada membuka pos yang lain, terdapat pembahasan peran orang tua.

    BalasHapus