Faktor
penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah tingkat kepandaian orang tua dan
juga keluarga. Orang tua yang terpelajar sangat memperhatikan perkembangan
intelektual anak mereka. Mereka mulai mendidik dan melatih anak mereka sebelum
masuk TK. Mereka juga menyediakan mainan pendidikan dan buku yang
membantu anak belajar
. Mereka juga mendidik sendiri anak mereka dalam membaca dan aritmatika. Dengan cara ini mereka melatih anak mereka untuk meningkatkan kecepatan/ laju pembelajaran. Orang tua yang terdidik dapat menyediakan pengalaman dan materi pendidikan bagi anak mereka sesuai tingkat kecerdasan mereka sendiri.
Tetapi jika orang tua tidak terdidik, mereka tidak dapat mengambil langkah untuk memajukan anak mereka. Mereka jarang memperlihatkan minat pada perkembangan intelek anak mereka. Sebagai akibatnya anak mereka tidak mendapatkan cukup kesempatan untuk melatih pikiran mereka supaya dapat meningkat laju pembelajaran mereka. Anak-anak seperti ini ketika pertama kali masuk sekolah dan melihat anak lain sudah lebih maju akan kehilangan kepercayaan diri mereka. Hal ini berlanjut ke ketumpulan intelek yang menyebabkan slow learning.
. Mereka juga mendidik sendiri anak mereka dalam membaca dan aritmatika. Dengan cara ini mereka melatih anak mereka untuk meningkatkan kecepatan/ laju pembelajaran. Orang tua yang terdidik dapat menyediakan pengalaman dan materi pendidikan bagi anak mereka sesuai tingkat kecerdasan mereka sendiri.
Tetapi jika orang tua tidak terdidik, mereka tidak dapat mengambil langkah untuk memajukan anak mereka. Mereka jarang memperlihatkan minat pada perkembangan intelek anak mereka. Sebagai akibatnya anak mereka tidak mendapatkan cukup kesempatan untuk melatih pikiran mereka supaya dapat meningkat laju pembelajaran mereka. Anak-anak seperti ini ketika pertama kali masuk sekolah dan melihat anak lain sudah lebih maju akan kehilangan kepercayaan diri mereka. Hal ini berlanjut ke ketumpulan intelek yang menyebabkan slow learning.
b).Masalah dalam bidang Emosi
Semua
anak pasti mengalami permasalahan emosional, tetapi slow learner mengalami
permasalahan yang serius dan untuk waktu yang lama sehingga sangat mengganggu
proses belajar mereka. Permasalahan emosional ini berakibat pada prestasi
akademis yang rendah, hubungan interpersonal yang tidak baik, dan harga diri
yang rendah. Bagian penting dalam perkembangan personal, sosial dan emosional
adalah konsep diri dan harga diri. Aspek dari perkembangan mereka ini sangat
dipengaruhi pengalaman mereka di rumah, bersama teman, dan di sekolah. Konsep
diri meliputi bagaimana kita memandang kekuatan, kelemahan, kemampuan, sikap
dan nilai-nilai kita sendiri. Perkembanganya bermula sejak lahir dan terus
dipengaruhi/ dibentuk oleh pengalaman. Kuranganya konsep diri yang positif
dapat merusak perkembangan sosial anak. Slow learner biasanya suka menarik
diri, tidak dewasa, memiliki gambaran diri yang rendah, atau depresi sehingga
mudah terganggu (disturbed). Anak-anak seperti ini biasanya tidak memiliki atau
hanya memiliki sedikit teman atau bermain dengan anak yang sangat lebih muda
dari mereka. mereka suka berkhayal. Mereka menderita karena kurang memiliki
ketrampilan social. Program pelatihan ketrampilan social sangat efektif dalam
memperbaiki perilaku sosial anak yang menarik diri dan tidak memiliki teman.
Ketika anak mulai sekolah mereka menilai diri mereka berdasarkan keberhasilan.
Hal ini dapat terlihat ketika bahkan kegagalan kecil dapat menyebabkkan anak
merasa tidak berharga. Perkembangan social dan emosional anak selama
kelas-kelas awal dibentuk oleh tiga pengaruh. Yang pertama adalah orang tua dan
keluarga. Kedua adalah kelompok teman sebaya. Yang ketiga adalah pengalaman di
sekolah. Ketegangan di rumah dan hubungan dengan saudara dan orang tua dapat
menyebabkan frustasi pada anak. Rasa takut dan cemas yang disebabkan sikap guru
juga akan mengganggu emosi anak. Ketegangan dan frustasi anak dapat menjadi
penyebab slow learning.
c).Masalah dalam bidang Ekonomi
Kemiskinan
merupakan factor utama dari slow learning di negara berkembang. Kemiskinan
mempengaruhi anak dalam dua hal (i) mengganggu/ menghambat kesehatan anak dan
(ii) mengurangi kapasitas belajar mereka. Kemiskinan menyababkan banyak
kekurangan mental dan moral yang pada akhirnya mempengaruhi performa siswa.
Seperti ungkapan “di badan yang sehat terdapat pikiran yang sehat”. Otak dan
pikiran dapat bekerja secara optimal dalam badan yang sehat yang seringkali terpengaruhi
oleh kemiskinan. Kekayaan juga mempengaruhi perolehan informasi melalui
pengayaan (enriched) pengalaman. Anak dari keluarga kaya memiliki kesempatan
untuk menjelajah dan memperoleh materi untuk memenuhi kebutuhannya. Kemiskinan
belum tentu menyebabkan slow learning tetapi menciptakan kondisi yang mengarah
pada slow learning.

lalu peran orang tua sebaiknya gimana yaa ? terimakasiih :)
BalasHapusSilahkan ada membuka pos yang lain, terdapat pembahasan peran orang tua.
BalasHapus