- · Membaca
Individu
yang mengidap keterlambatan dalam kemampuan membaca, mengalami kesulitan dalam
mengartikan atau mengenali struktur kata-kata atau memahami struktur kata
tersebut. Mereka juga mengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang
telah dibacanya. Sebagian para ahli berargumen bahwa kesulitan mengenali
bunyi-bunyi bahasa (fonem) merupakan dasar bagi keterlambatan kemampuan
membaca, dimana kemampuan ini penting sekali bagi pemahaman hubungan antara
bunyi bahasa serta tulisan yang mewakilinya.
- Bahasa Tertulis
Masalah
yang dihadapi oleh SL (slow learner) dengan bahasa tertulis tampak dari tulisan
tangan, kemampuan mengeja, susunan kata, penggunaan kosakata, serta kualitas
dari tulisan yang dihasilkan. Banyak penderita SL dalam hal membaca juga
memiliki kesulitan dalam menulis karena keduanya berkaitan dengan bahasa
(penerimaan serta pengekspresian).
Penderita
slow learner juga mengalami kelemahan dalam mengingat. Mereka memiliki
kesulitan dalam mengolah informasi sehingga dapat disimpan dalam memori jangka
panjang.
- · Sosial dan Perilaku
Murid
yang menderita slow learning kemungkinan juga akan memperlihatkan suatu
tantangan sosial atau perilaku. Beberapa diantara mereka memperlihatkan
kebiasaan yang kurang dapat diterima oleh masyarakat dibandingkan dengan kawan
sebayanya. Mereka tidak dapat memperkirakan akibat dari tindakannya itu,
menyalah tafsirkan tanggapan dari lingkungannya, dan kurang dapat menyesuaikan
perilakunya dalam situasi sosial yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mereka
terkadang diasingkan dan ditolak oleh rekan-rekan sebayanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar